Sudah lama tidak post anything. Berawal dari males nulis in english sampai ga ada content mau nulis apa. Kesibukan bertumbuh yang menuntut banyak waktu dan tenaga membuat sebuah tulisan dalam blog menjadi tidak penting.
Setelah melihat beberapa tulisan dari seorang kawan, tiba-tiba rindu nulis blog lagi. Setelah diliat-liat kok jadi kangen 'aku yang dulu'.
'Aku yang dulu'
Ketika berada di masa depan, melihat kebelakang akan membuat kita malu, kok bisa ya aku pede upload foto gini, bahkan foto-foto di facebook jaman SMP dan SMA yang indah pada masanya, sekarang disebar ke grup teman kuliah dan menjadi bahan tertawaan. Aku dulu gini banget yak.
Status alay juga termasuk. kalo dibaca sekarang jadi geli sendiri, apalagi hurufnya yang campur aduk sama angka. Terus juga kalo mengidolakan sesuatu sampai dijadikan profile picture, posting ini itu seputar idola kesayangan (kalo ini tetep sampe sekarang).
Tapi coba deh kita lihat diri kita yang dulu dari sisi pandang yang lain,
Dulu bangga sekali upload foto selfie, foto diri sendiri, apalagi kalo pake stiker-stiker di photoscape dah ngerasa foto paling oke, dan paling gaul. Tapi sekarang suka ga pede, ngeliat instagram orang lain yang lebih 'oke' jadi gak bersyukur, kita cenderung membandingkan kehidupan kita dengan kehidupan orang yang kita lihat feed instagramnya, padahal belum tentu mereka yang feednya 'oke banget' hidupnya se-'oke banget' itu.
Status 4l4y. Pernah ga kita mikir kalo alay itu adalah suatu proses menuju kedewasaan, tulisan alay itu lah yang membuat tulisan kita sekarang tidak lagi alay. tulisan itu juga yang mengingatkan siapa diri kita dulu, tulisan itu juga secara tidak sadar membuat kita berubah. Dulu kalo mau nulis kita nulis aja, sekarang mau mulai nulis mikirnya takut kalo dibilang alay, padahal kalo ga dimulai, kita ga akan bergerak, diem ditempat, ga kemana-mana.
Mengidolakan sesuatu. Dulu kita kalo seneng mah, seneng aja. ga ada pikiran mau komen hate atau bikin war kefans lain. Bagiku idolaku, bagimu idolamu. Sekarang ntah kenapa komen hate lebih sering ditemukan, bikin second account buat komen-komen jahat.
Kalo ga ada sesautu yang baik yang akan disampaikan lebih baik gak usah komen, bikin dosa.
Tumbuh, menuntut kita mau tidak mau, siap tidak siap, menjadi dewasa. Tanggung jawab yang lebih berat menunggu demi masa depan yang gemilang,
hingga kita lupa ambisi kita waktu kecil dulu, yang selalu ingin tau, selalu ingin berkarya, seneng gambar-gambar, berimajinasi, nonton doraemon, baca komik, tidur siang, ga ada tugas, pulang pagi, uang sangu sedikit tapi bisa jajan banyak (ini kok jadinya ngeluh), Sebuah pemikiran kita waktu kecil yang sangat tidak mungkin terjadi kalo kita mikirnya sekarang, kita pengen jadi apa aja (dulu aku pengen jadi astronot, karena pengen ke bintang) tapi sekarang belum mikir kita dah bilang 'ah, ga mungkin' nah pemikiran kayak gini nih yang ga boleh sering-sering dipikirin, karena percayalah bahwa segala sesuatu di dunia ini bahkan yang tidak mungkin sekalipun, akan terjadi jika Allah menghendaki, makanya berdoa, tawakal, ikhtiar, karena tidak ada yang mustahil bagi Allah.
aamiin (self reminder).
---------
++
Sebuah pernyataan saat lebaran 'wahh, adek tumbuhan ya sekarang'
kalo diartikan dalam bahasa yang benar 'wahh, adek udah gede ya sekarang'
atau dalam bahasa yang lebih menyakitkan 'wahh, adek gendutan ya'
......
Selamat Malam